Senin, 08 Mei 2017

Pasar Senthir

Pasar Senthir: Loh mana senthirnya? Kok gak ada? Katanya pasar senthir..




Untuk warga jogja asli, mungkin sudah tak asing dengan pasar senthir. Pasar loakan atau barang bekas ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Dulu, sebelum ada listrik, para pedangang menggunakan senthir, maka dinamailah pasar ini pasar senthir. Sekarang ketika sudah ada listrik, maka sudah tidak ada lagi pedagang yang menggunakan senthir. Ada banyak barang bekas yang dijual disini, mulai dari loakan sepeda motor, mainan anak bekas, akik, kamera rusak, pakaian bekas, sampai barang elektronik seperti kipas angin, radio, alat penanak nasi, cathok rambut dan sebagainya.

Pada tulisan ini, aku ingin mengajak kamu melihat seperti apa pasar senthir itu lewat foto. Silahkan dinikmati..
 










Minggu, 03 Januari 2016

Mengenal HAMKA


Kalau hidup hanya sekedar hidup,
Babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekedar bekerja
Kera juga bekerja
                                         -HAMKA

Pada suatu hari di tahun 2014, melalui quote diatas saya mulai berkenalan dengan pemikiran – pemikiran Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau banyak orang lebih mengenal beliau dengan  sebutan HAMKA. HAMKA merukanan seorang ulama besar dengan pemikiran yang menarik. Terlahir di Sumatera Barat, pada tanggal 17 Februari 1908, beliau meninggal di usia 73 tahun. Dengan didikan keras sang ayah dan guru – guru beliau, HAMKA tumbuh menjadi ulama dan penulis yang produktif dengan ilmu dan pengetahuan yang luas. Keluasan ilmu dapat kita rasakan ketika membaca karya – karyanya. Lebih dari 20 buku telah ia tulis.
            Walaupun belum pernah bersua, bagi saya belau adalah guru sekaligus “ayah” yang membuat saya semakin ingin mengenal Tuhan. Apa yang beliau sampaikan selalu dapat membuat saya termotivasi untuk memiliki keberanian menjalani hidup. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Saya berdo’a semoga kelak kami dipertemukan oleh Allah. Saya ingin menyampaikan rasa terimakasih atas apa yang beliau tulis dan sampaikan lewat rekaman ceramah yang sampai saat ini masih dapat kita dengarkan dan kita ambil hikmahnya.


Minggu, 25 Oktober 2015

Pak.. :)

Hari ini untuk pertama kalinya dipanggil pak.. :D
"Mas, eh Pak lihat bu Sukma lewat sini"

Senin, 06 April 2015

Sudah Lama

Sudah lama saya tidak menulis disini,.
Bukan karena malas, tetapi karena saya tidak mengagendakan untuk menilis. Akhir akhir ini saya merasa banyak hal yang tidak saya planing dengan baik. Sampai pada 2 hari yang lalu saya bertemu dengan sebuah karya dari mbak Ita Roihanah yang berjudul "Being Intellect". Saya menemukan karya tersebut di soundcloud.com. Jikalaua kawan - kawan berminat mendengarkannya, buka saja soundcloud.com dan search "ita roihanah". Kawan - kawan pasti akan menemukan banyak karyanya yang luar biasa. Salah satunya adalah sebuah narasi yang berjudul "Being Intellect". Narasi tersebut tidak cukup didengarkan hanya satu kali untuk memahaminya, mungkin perlu 3 atau 4 kali didengarkan. Being Intellect membuat saya berfikir kembali bahwa kita harus menelaah, sebenarnya dalam hidup ini apa yang menjadi ruh dari perjuangan kita. Apakah perjuangan kita ini memberikan manfaat dan menerangi? Atau hanya memberikan dampak pada diri kita saja..

Jumat, 12 Desember 2014

Mikirnya 20 menit

Kost Bagong, 13 Desember 2014..

Saya termasuk orang yang tidak terlalu memikirkan penampilan, apa yang menurut saya nyaman selama itu baik ya saya pakai, saya terkadang membiarkan rambut saya panjang sampai acak - acakan. Selama saya merasa nyaman ya hal itu tidak jadi masalah untuk saya. Tetapi pagi ini berbeda, pukul 06.45 WIB saya sudah mulai siap - siap untuk pergi ke MAN 1 Yogyakarta untuk observasi implementasi kurikulum 2013. Sebelum berangkat, penampilan saya dikomentari habis  - habisan oleh kawan saya satu kost, mulai dari cara memasukkan baju, sabuk, sampai sepatu. Dan efek dari itu saya mulai galau dan berfikir ttg penampilan. Kurang lebih 20 menit saya berfikir.. Hmm, mungkin ini saatnya untuk mulai memperhatikan penampilah..Dan mulai saat itu saya mulai memperhatikan bagaimana sih penampilan orang  - orang seusia saya di sekitar saya..
#Koe wis joko lee...

Rabu, 19 November 2014

19 November 2014 : 15.58 WIB Di Perpus

Hari ini adalah hari kedua pasca kenaikan BBM pada masa Pemerintahan Jokowi.
Dari lantai 4 perpus, sore ini saya melihat ada banyak kawan - kawan dari pergerakan mahasiswa yang melakukan demo untuk menolak kenaikan BBM.. Darisini terdengar beberapa tembakan gas air mata disertai dengan kepulan asap putih yang membumbung ke angkasa. Seketika itu para demonstran berlari menjauhi kepulan asap itu agar mareka jauh dari jangkauan gas air mata.

Rabu, 22 Oktober 2014

Tentang Menanam..



23 Agustus 2014

Sarapan Pagi 5 September 2014 pake ikan asin geprek sambel bawang + oseng kangkung  (panen kangkung pertama).

Sarapan pagi 12 November 2014, pake oseng kangkung daging kambing. (panen kangkung kedua).

Ternyata menanam itu asik lho, cerita di foto - foto ini berawal dari suatu pagi entah tanggal berapa tepatnya saya lupa, tapi hari itu hari minggu. Mumpung selo, saya main ke pasar dan beli 2 ikat kangkung dan beberapa hal lain. Setelah sampai kost,r kangkung "dhipithisi" lalu saya masak. Kangkung itu menyisakan batang - batang yang masih segar. Kalau dulu waktu masih di tempat om, biasanya batangnya tak kasihke si kelinci.. Gandeng sekarang di kost dan gak punya kelinci akhirnya batang - batang itu tak tanem di polibag, kebetulan beberapa hari sebelumnya waktu mudik saya membawa 1/2 karung tanah dari kebumen dan juga membawa polibag. Setelah disiram tiap tanahnya mau kering, akhirnya dari batang - batang itu tumbuh tunas - tunas kangkung yang baru, setelah dirawat setiap hari tunas berkembang besar, alhamdulillah kangkung bisa dipanen dan dimasak lagi.. :D
Bahkan si kangkung masih hidup dan subur sampai sekarang..
Dan ini sayuran organik lhooo, tanpa pupuk sintetis.. :p