Kamis, 20 Februari 2014

Untuk terakhir kalinya... :(

Sabtu, 27 Oktober 2012. Pagi itu, kupacu sepeda motorku melewati SMPN 3 Kebumen. ketika hampir sampai di depan sekolah , kupelankan laju sepeda motorku sambil melihat - lihat SMPku tercinta dan mengenang masa - masa indah di smp, saat bercanda bersama, mencari ilmu bersama, dididik bersama teman - teman oleh pahlawan - pahawan superku. Sekilas kulihat ibunda guruku tercinta "Ibu Untarti" bersama dengan bapak guru BK ku yang selalu ramah dan penuh canda " Bapak Sukarjo" sedang bersalaman di depan jalan masuk ke SMP, di dalam hati aku sangaaaaatt ingin menyapa dan menjabat dan mencium tangan mereka, tapi kuurungkan niatku karena spertinya beliau berdua sedang sibuk.

Selasa, 13 November 2012,
17 hari sejak saat itu. Aku tidak menyangka , ternyata waktu itu adalah kesempatan terakhirku untuk melihat, menjabat tangan,  bapak Sukarjo.Semoga Alloh memberikan tempat terbaik untuk beliau, aamiin...#Rasanya begitu cepat, aku masih ingat betul, ketika di smp beliau sering ngobrol denganku, beliau sering menasehatiku dan teman - teman di kelas, aku juga ingat suara beliau, cara beliau bergaul dengan kami, senyum ramah beliau, dan maaasiih banyak hal yang sulit ku ungkapkan..Semoga semua ilmu yang telah beliau berikan kepada kami (anak didik SMPN 3 Kebumen) menjadi pahala ilmu yang tiada pitus - putunya..Aamiin.. :)

10 cm di tepi jalan menuju Rahmatulloh.. :)

Sore itu tidak jauh beda dengan sore - sore di hari biasanya, tak terpikirkan di kepalaku mengenai sebuah kematian, karena tidak terpikirkan, akupun tidak bersiap untuk berpulang kepadaNya dengan sebaik mungkin. Setelah pulang kuliah, aku langsung pulang ke kost dengan sepeda motor Crypton warna hitam melewati jalan yang biasanya. Sesampainya di perempatan, aku hendak menyeberang. Bengan perlahan, kutarik stang gas yang berada di tangan kananku. Yaaa, aku dapat setengah jalan, dan aku berhenti di tengah untuk menunggu sebuah mobil lewat. Di dalam hati aku berpikir "setelah mobil ini lewat, aku akan menyeberang setengah sisi jalan ini". Setelah mobil itu lewat, 1 detik sebelum kutarik pedal gas ada sebuah motor dari sebelah kananku melaju kencang, mungkon sekitar 80 KM / Jam dan jarak 10 cm. Alhamdulillahirobbil'alamin.. :)
Alloh masih memberiku kesempatan dan keselatan,. Jikalau 1 detik itu dihapuskan, mungkin sekarang aku tidak bisa menulis catatan ini. Aku membayangkan kalau tertabrak, bagian yang tertabrak adalah bagian tubuh (kepala) kemudian terpental, terkena aspal dan . . . . .  . 
.
Satu lagi, kalau sore itu hampur tertabrak, kemarin tgl 19 tertabrak - brakk. Waktu itu sore setelah ashar di jalan solo. Kejadiannya hampir sama, waktu menyeberang sesampainya di tengah aku berhenti untuk menunggu sebuah mobil lewat. Di belakangku ada mobil berhenti untuk menungguku. tiba tiba ada sebbuah motor berwarna merah dengan kencangnya menyalip mobil yang berhenti di belakangku itu lewat kiri mobil. Kecepatannya sama sekitar 80 KM / Jam. Tetapi sepertinya dia tidak tau kalau di depan ada aku, 2 detik sebelum aku tertabrak, aku sempat melihat ke belakang, 99% kata hatiku mengatan pasti tertabrak, seketika kuinjak dan tarik kedua rem ban motor yang kukendarai, agar tidak terpental dan jatuh berdarah". Dan benar motorku tertabrak dari arah belakang. beberapa saat kemudia si penabrak itu melihatku dan langsung menggeber motornya untuk kabur..
" semoga Alloh mengampuni dosa si dia dan dosaku" Aamiin.. :)
.
Hikmah yang bisa diambil :
1. Saaangatt menyesal rasanya, ketika tau 99% hendak tertabrak tetapi tak sempat bersyahadat :'(
2. Jarak antara mati dan hidup itu sangat tipis, tidak ada seorangpun yang tau...
3. Kalau waktu itu meninggal, rasanya pasti akan saaaaaaaaangaaaatttttt menyesal, karena tak ada persiapan yang baik.
4. Harus memperbaiki diri dan mempersiapkan kematian..
5. Setelah difikir - fikir, ternyata sebelum berangkat lupa berdo'a dan tidak berdzikir selama perjalanan...
6. Walaupun kita sudah berhati - hati, sehati - hati mungkin, kalau sudah waktunya berpulang kepadaNya, ya pasti pulang
.
Semoga kejadian sore itu bisa kita ambil hikmahnya bersama - sama.. :)
Subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alaa ilaaha illaanta astaghfiruka wa atuubu ilaika.. ^^

Minggu, 16 Februari 2014

Koplak . .


Awalnya tidak terfikir memberi judul tulisan ini dengan "koplak". Dulu waktu saya kecil istilah ini sering dugunakan ketika ketika saya dan teman - teman menjumpai hal yang konyol atau
terkesan gila.

Alkisah, jeng jeng jeng...

Walaupun jam sudah menunjukkan jam 9.30 malam, namanya juga anak muda dan sedang lapar pula,  saya dan ihsan teman kost saya, pergi untuk ngopi di "Waroeng kanjeng" sambil cari - cari nasi, karena perut ini sudah lapar dan perih setelah makan durian dan ngemil roti, maklum orang Indonesia, kalo belum ketemu nasi belum puasss..

Ini pertama kalinya ke waroeng kanjeng, kata temen kost yang lain, tempatnya dekat dengan UST, tapi namanya juga baru pertama, nyasar - nyasar dikit dulu lah. setelah beberapa saat akhirnya ketemu juga, eh sebentar, tapi kok sepii, gak meyakinkan, kaya'a tempat ini belum buka pasca letusan gunung kelud, maklum abunya masih tersebar dimana - mana. Ada hal yang menarik di dekat Waroeng Kanjeng, apa itu, itu adalah situasi di pinggir jalan dimana ada beberapa bapak - bapak warga, ingettt wargaaa, warga coyyy, masih sibuk menyemprat nyemprot air ke jalan pake diesel dan aliran air dari pompa listrik, semangatnya dan kesadarannya luar biasa, patut diteladani.. :D

Karena hasilnya nihil, setelah itu kami memutuskan mencari makan di daerah mandala krida, tapi sama saja, trotoar yang tadinya bejibun penjual makanan kini sepi dan tak ada satupun, #Oh my God ( Ya Alloh .. ), akhirnya acara yang tadinya mau ngopi pun berganti dengan berburu makan, dan sampailah di kantin Olala.
Namanya juga udah malem, menunya tinggal dikit dan sisa - sisa, ehehe. Ihsan pesan sop sama nasi putih + jeruk hangat, saya ambil sayur pere welut, sayur buncis, ayam goreng bagian brutu + teh anget, mantappp,apalagi sudah lapar. Setelah beberapa suap makan (nyuapin mulut sendiri - sendiri lho yaaa..) tiba - tiba hujan turun lumayan lebat, ini nih yang ditunggu masyarakat jogja #hujan, saking senengnya sampe - sampe mas - mas karyawan olala joget - joget di depan kantin hehe, masih dalam posisi makan, tiba - tiba talang di atas kami bocor (air + lumpur), dan ihsan pun segera terperanjat, celananya basah, kotor, "waaaahhh nanggung" katanya. ya syudah mau bagaimana lagi, setelah selesai makan, kami mendekati mas - mas karyawan, dan coba tebak apa yang dia bilang, "udah mas gak usah dibayar", waaahhh gratis nih, kataku dalam hati tapi isan kasian, belum selesai makan, kotor pula celananya, hhe..
.
Tapi satu hal yang perlu dicatat baik - baik : "Selalu ada hikmah di balik peristiwa, salah satunya adalah makan GRATIISSSS, hhe"
 

Selasa, 11 Februari 2014

0 KM di Area Lautan Cinta-Nya

Setelah membaca beberapa lembar buku Emha yang berjudul "Tuhan Pun Berpuasa", rasanya aku seperti sedang berenang di samudra cinta-Nya yang sangat dalam dan luas, perasaan ini sesungguhnya tak bisa kuuraikan dengan sebuah kata - kata, dan biarlah perasaan ini tak terurai. Jikalu engkau penasaran seperti apa rasanya cobalah untuk meminjam atau membeli buku itu. Harganya sekitar Rp.40.000.00, kata si pembeli karena akupun hanya meminjam..

Mengabadi

Yang tanggal dan ditinggalkan adalah kesementaraan.Segumpal tanah bersifat sementara, tapi ia difungsikan dalam sistem manfaat dan rahmat, maka fungsinya itu mengabadi. sebagaimana gumpalan badan kita serta segala materi eksistensi kita bersifat sementara, yang menjadi abadi adalah produk rohani pemfungsian atas semua gumpalan itu..

Prolog buku "Tuhan Pun Berpuasa" karya Emha Ainun Nadjib..

Selasa, 04 Februari 2014

Singkong dan Sepotong Coklat

Setelah satu setengah jam ngeles tosan, temen kostku masuk ke kamar, dia menawari kami beberapa potong singkong rasa balado dan sepotong coklat silve* Q, rasanya sesuatu.. :D

Senin, 03 Februari 2014

Di Pagi Yang Cerah

Pagi ini, selasa 4 Februari 2014. Seperti biasa kuhidupkan motoku kesayanganku dan kupacu dia menuju ke kampus. ulewati liku - liku gang di daerah gedong kuning. Seperti biasa, setiap di jalan aku selalu mengeksplorasi pikiran - pikiranku yang terkadang unik. Pagi ini di dalam hati aku berkata "Ya Alloh, pagi ini adalah awal petemuan kuliah Fisiologi Tumbuhan, perkenankanlah aku, kami, kami semua menyelami kedalaman ilmu beliau (ibu Ika Nugraheni), dan berpetualang di keluasan cakrawala keilmuan beliau dan semoga apa yang kami jalani ini dapat memberikan manfaat.. " Aamiin.. :)

Roda - roda motor tua ini pun berputar dengan semakin cepat, dan akhirnya sampai di kampus tercinta "Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga", setelah masuk gerbang ternyata suasana kampus sudah ramai dan menambah semangat hati ini,.. Segera kutuju tempat parkir fakultas dan kuletakkan sepeda motorku disana.
Semoga semua harapan di pagi ini menjadi nyata.. ^^
Selamat belajar kawan - kawan..